Sabtu, 27 Juli 2013

Cara Membuat alat pengujian remote kontrol.



Membuat Rangkaian Tester Remote sederhana
Menepati janji saya pada postingan terdahulu tentang penyebab kerusakan pada remote, pada postingan kali ini saya akan menulis tentang bagaimana cara untuk membuat rangkaian penguji remote / remote tester. Trik ini pasti sudah tidak asing lagi untuk rekan rekan teknisi yang sudah berpengalaman jadi untuk rekan teknisi langsung lewat aja ya hehehe….
Untuk anda yang masih awam di dunia persilatan service TV ketika menemukan permasalahan pada remote TV, pasti anda akan langsung merasa jengkel , anda mungkin akan langsung beranalisa “wah pasti baterainya habis” lalu bagaimana bila setelah anda mengganti baterai kerusakan belum terpecahkan, apakah kerusakan ada pada TV nya, sebentar jangan dulu berasumsi yang terburuk.



Berikut saya uraikan tips dan triknya supaya anda tidak diakali oleh tukang tukang service yang tidak bertanggung jawab.
Sebenarnya untuk menguji remote itu sendiri terdapat beberapa cara yang lebih mudah, beberapa diantaranya yang saya ketahui yaitu :
* Dengan memanfaatkan radio AM, caranya coba nyalakan radio AM dan pada tuning frekuensi ditala pada kisaran 500 kHz, dan arahkan Infrared remote ke arah antena radio atau cukup didekatkan saja. Bila pada saat tobol remote (tombol mana saja) ditekan terdengar bunyi nada / suara maka bisa dipastikan remote berfungsi dengan baik
* Cara kedua yaitu dengan memanfaatkan kamera HP, caranya coba arahkan led infra pada remote ke lensa kamera HP anda, Perhatikan LCD pada kamera HP anda pada saat tombol remote ditekan (tombol mana saja) bila ada kilatan cahaya berarti remote controlmasih berfungsi baik
Kenapa kedua trik tersebut diatas bisa berjalan, pada trik yang pertama yaitu menggunakan radio AM.Frekuensi yang dipancarkan pada led infra remote sebenarnya sama dengan jangkauan frekuensi pada radio AM yaitu dikisaran 455kHz, untuk membuktikan coba anda buka bagian dalam remote control akan terlihat satu komponen yang biasanya berwarna orange, komponen tersebut adalah kristal yang berfungsi sebagai osilator untuk memancarkan sinyal dari led infra remote ( transmitter ) ke sensor penerima infra di chasis TV ( receiver ), bila kita perhatikan nilai yang tertera pada badankristal tersebut spesifikasinya adalah 455kHz. Itulah sebabnya kenapa trik pertama bisa berjalan yaitu karena adanya kesesuaian frekuensi antara transmitter dan receiver ……bener ga ya nulisnya hehehe.
Untuk trik yang kedua saya pikir kebanyakan orang sudah tahu bahwa prinsip dasar kamera adalah dengan menangkap cahaya yang ada disekitar sensor, Apa yang dipancarkan oleh led infra remote bukanlah sinyal / gelombang seperti pada penala TV / antenna TV tetapi berbentuk cahaya.Oleh sebab itu maka kamera HP bisa jadi salah satu cara untuk menguji baik tidaknya sebuah remote.
Naaaahhh sekarang bagian untuk anda yang merasa Teknisi service, pasti rekan rekan pernah menemukan kasus kerusakan remote seperti ini bukan, bagi rekan yang memiliki HP yang dilengkapi kamera tentu tidak masalah tapi bagi rekan yang tidak memilikinya pasti mejadi satu masalah.
Bagaimana dengan radio AM, itupun kalau ada.Sedangkan kebanyakan radio saat ini sudah tidak dilengkapi dengan radio AM mungkin karena kualitas suaranya sendiri yang jelek sehingga tidak banyak peminatnya.
Berikut ini adalah rangkaian tester remote yang bisa dijadikan solusi dari permasalahan diatas

Berikut spesifikasi komponen yang dipasang
* IC regulator 7805 ( optional )
Transistor BC558
* Sensor remote standar
* R1 = 10k ohm
* R2 = 1k ohm
* Lampu led


Cara kerja rangkaian sangat sederhana pada saat sensor remote menerima sinyal infra red, pada pin 1 sensor remote akan timbul tegangan yang kemudian dikuatkan oleh transistor PNP untuk selanjutnya menyalakan lampu led, untuk supply sendiri bisa menggunakan tegangan dari Batterai 9 volt lalu menggunakan IC 7805 atau bagi rekan yang ingin menggunakan baterai 1,5 volt x 3 pun rangkaian masih bisa berfungsi,,,fiuuuh penjelasannya saya pikir sidah cukup.Bagaimana sudah mengerti anak anak ,…..

Ok demikian posting kali ini, mohon maaf bila ada kesalahan dalam penjelasannya maklum sama sama belajar, semoga bisa menambah pengetahuan kita.
Read more

Rangkaian Jam Digital


Rangkaian jam digital merupakan rangkaian yang bekerja dengan cara asinkron berupa pencacah naik. Rangkaian ini dirancang sebagai seperti pada umunya sebuah jam yang penunjukkannya memiliki ketelitian  terhadap bilangan yaitu detik, menit hingga jam yang memakai system duapuluh empat jam. Untuk tampilan waktu, rangkaian ini akan dilengkapi dengan empat buah penampil dan tujuh buah ruas LED.
Untuk menghasilkan detak dengan satu getar/detik atau 1 Hz pada rangkaian ini diperlukan sebuah sumber detak. Hal ini juga diperlukan dalam penunjukkan bilangan second/detik yang maksimumnya 00 serta untuk me-mulai cacah pada pemicu pacacahnya. Semua pencacah tersebut dipakai dalam menunjukkan bilangan menit yang prinsip kerjanya juga sama. Kemudian pencacah selain itu, dipakai dalam menunjukkan bilangan waktu jam yang penunjukkannya adalah maksimal 23 jam.
Dari uraian diatas bisa kita simpulkan, rangkaian jam digital merupakan suatu rangkaian digital yang sederhana dan memakai prinsip kerja dr pencacah naik yg daya kerjanya dengan cara asinkron. Yaitu pencacah yg berada dipaling ujung dipakai tuk menunjukkan bilangan satu dr detik yang asalnya dr sumber detak, kemudian pencacah selanjutnya terpicu oleh pencacah yang ada sebelumnya.
rangkaian jam digital
klik tuk perbesar skema rangkaian ini
Berikut beberapa komponen yg dipakai dalam sebuah rangkaian jam digital:
  • Sumber detak: adalah pembangkit pulse yg menghasilkan 1 Hz (detak 1 getaran perdetik) sehingga diperoleh hitungan detik.
  • IC 7490: merupakan decade counter yang gunanya untuk mencacah 4bit dari desmial nol (0000) samapai desimal sembilan (1001).
  • Indikator: penggunaannya pada 6 buah seven segment sehingga terdapat tampilan sejumlah angka cacahan yang berbentuk bilangan desimal.
  • Gerbang AND:  Pada rangkaian simulasi EWB, digunakan Gerbang AND biasa untuk menyederhanakannya. Tetapi kehidupan sehari-hari  biasanya memakai IC 7408 yang merupakan 4 rangkap dari Gerbang AND dan memakai 2 buah input.
Demikian sobat, penjelasan singkat dari rangkaian jenis ini. Semoga bisa menjadi referensi bahan pembelajaran buat kita semua. Bila perlu tambahan bahan, silahkan download paper penelitian rangkaian ini melalui url berikut: http://goo.gl/MlIyI .Sekarang silahkan langsung praktek membuat rangkaian jam digital ya.
Read more

Rabu, 03 Juli 2013

Rangkaian Lampu TL Menggunakan Aki 12V

Rangkaian ini menggunakan Transistor 2N3055 dan beberapa rangkaian passip lainnya,jika di perhatikan sekilas rangkaian ini cukup sederhana, tetapi saat anda mencoba merakitnya mungkin anda akan mengalami kesulitan dalam pengadaan trafonya. inti trafo bisa menggunakan batang ferit yang dililit menggunakan kawat email tembaga berdiameter 0,1 mm pada sisi skunder (yang ke lampu TL) dan 0,8 mm pada sis primer. Selamat mencoba.
  
Rangkaian Lampu TL Menggunakan Aki 12V
notes:
  • L1,L2 = 30 Lilit/0.8mm
  • L3 = 600 lilit/0.1mm
  • perhatikan arah lilitan titik A dan B harus saling membelakangi
Read more

Selasa, 18 Juni 2013

Kode Akses Hp Nokia

Kode akses Nokia

*#30# : Menampilkan ‘private number’ yang menghubungi anda.
*#73# : Mereset timer ponsel dan skor game (pada beberapa ponsel).
*#7780# : Mengembalikan ke setting pabrik (factory setting).
*#2820# : Alamat IP perangkat Bluetooth (untuk ponsel yang mempunyai Bluetooth).
xx# : Akses cepat ke nama/nomer telepon di phone book ponsel, misalnya 20#.
Tombol off : Menekan dengan singkat, untuk berpindah antar profile.
*3370# : Mengaktifkan EFR(Enhanced Full Rate) Codec (tidak berlaku di ponsel Symbian).
#3370# : Menonaktifkan EFR Codec.
*#4270# : Mengaktifkan Half Rate Codec.
*#4270# : Menonaktifkan Half Rate Codec.
*#0000# : Menampilkan versi software ponsel.
*#9999# : Kode alternatif jika *#0000# tidak bekerja.
*#06# : Melihat nomor IMEI (Internasional Mobile Equipment Identity).
*#21# : Mengecek nomor pengalihan “All Call” yang digunakan.
*#2640# : Menampilkan kode keamanan ponsel yang digunakan.
*#43# : Mengecek status “Call Waiting”.
*#61# : Untuk mengecek nomor pemanggil yang dialihkan ketika tak anda jawab.
*#62# : Mengecek nomor pemanggil yang dialihkan ketika ponsel anda di luar jangkauan.
*#67# : Mengecek nomor pemanggil yang dialihkan ketika ponsel anda sedang sibuk.
**21*number# : Menghidupkan pengalihan “All Call” pada nomor yang diisi.
**61*number# : Menghidupkan pengalihan “No Reply” pada nomor yang diisi.
**67*number# : Menghidupkan pengalihan “On Bussy” pada nomor yang diisi.
*#67705646# : Mengganti logo operator logo pada Nokia 3310 dan 3330.
*#746025625# : Menampilkan status SIM Clock.
*#7760# : Menampilkan kode pabrikan (sebagian besar ponsel tipe lama).
*#92702689# : Memunculkan : 1. Serial Number, 2. Date Made, 3. Purchase Date, 4. Date of last repair, 5.Transfer user data. Keluar dari mode ini harus merestart ponsel ( pada beberapa ponsel ).
Read more

Cara Membuat Led Berjalan yang Panjang (cascade)

5050-RGB-Running-LED-Strip.jpg (290×258)




Banyak pertanyaan yang datang melalui sms, group BBM atau facebook yang bertanya bagaimana membuat rangkaian Led Berjalan (Running LED) yang memiliki panjang lebih dari 10 ? Jika anda googling maka akan diarahkan menuju website hobby yang sudah terkenal milik sesepuh elektronika BILL BOWDEN. Rangkaian pertama yang ditawarkan seperti berikut:

(klik untuk memperbesar)

Rangkaian ini memanfaatkan 2 buah 4017 dan 10 transistor yang akan membuat led berjalan 25 buah, dan jika mau dapat di perpanjang sampai 10 x 10 atau 100 buah. Rangkaian ini memanfaatkan kombinasi scanning kolom dan baris seperti halnya dot matrix, akan tetapi jika LED disusun berurutan maka maksimum 100 sequence bisa diperoleh.

Rangkaian dasar dari running 10 LED seperti berikut :

(klik untuk memperbesar)


Sedangkan jika di cascade 2 buah 4017 caranya dengan menambahkan dioda dan beberapa resistor.



(klik untuk memperbesar)



Rangkaian cascade ini memanfaatkan output clock dari pin ke  3 dari  4017 pertama. Kadang-kadang orang pintar pun banyak salahnya dan rangkaian diatas tidak berhasil jika dicoba lhoo. Penulis akhirnya bereksperimen sehingga menemukan cara yang lebih akurat dengan menggunakan transistor sebagai pengendali input ke pin enable dan reset seperti rangkaian berikut.



(klik untuk memperbesar  , VDD = Tegangan (+)  VSS = Tegangan (-) atau Ground ) 



Komponen tambahan berupa dioda 1N4148, resistor 10K dan transistor NPN umum seperti 2N3904, BC107, 2N2222 dan lain sebagainya. Input clock dari rangkaian berasal dari rangkaian clock 555 (atau yg lainnya) yang sama diberikan ke tiap ic 4017.

Prinsip dari rangkaian adalah memberikan input ke pin 13 (chip enable yang aktif LOW ) pada sequence terakhir (Q9) dari sebuah IC 4017. Selama sequence belum berakhir maka  Q9 yang nilainya "LOW" akan mengenable kan IC serta me-Reset IC pada posisi setelahnya. Efek yang terjadi adalah bahwa hanya sebuah 4017 yang akan aktif sedangkan ic 4017 setelahnya berada pada kondisi "Reset" sedangkan pada ic 4017 posisi sebelumnya mendapatkan posisi disable.

Rangkaian ini dapat disusun sampai banyak 4017 tak terhingga, dan pada ic 4017 terakhir, sequence terakhir  (Q9) akan dihubungkan menuju reset pada ic 4017 pertama. Sebaiknya hubungannya diberikan dioda agar logikanya tidak mengambang (float). Kondisi ini akan mereset semua ic 4017 dan memulai sequence dari awal lagi. Output yang dikorbankan adalah Q0 dan Q9 sehingga berkurang 2 buah sequence tiap ic 4017.

Cara lain yang cukup simple adalah memanfaatkan ic shift register seperti 74LS595 tetapi ic shift register akan susah dijumpai di daerah-daerah pinggiran sehingga ic 4017 yang lebih universal menjadi pilihan terbaik.
Read more